Pada Selasa (29/04/2025) Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto berkesempatan menjadi Guest Lecture pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Kolaborasi Dosen PBA UMP Banna Irfan Ibadillah, M.Pd., dan Alin Safaraz Himam, M.Pd. membawakan tema “Ilmu Nahwu: Fondasi Tata Bahasa dari Pengertian hingga Tantangan”.
Ilmu nahwu ternyata memiliki madzab yang sangat masyhur, yaitu madzab Bashrah dan Kufah.
“Madzhab Bashrah cenderung menggunakan pendekatan yang lebih prespektif dan analitis. Metode yang mereka gunakan cenderung lebih selektif dalam memilih dalil (bukti) dalam penentuan kaidah bahasa serta mengambil contoh yang lebih umum dan valid. Sedangkan madzhab Kufah cenderung menggunakan mengacu pada contoh-contoh Bahasa Arab yang telah ada baik yang murni (Qur’an dan Hadits) maupun riwayat-riwayat yang beredar. Sehingga mereka cenderung lebih fleksibel dalam menerima berbagai contoh bahasa termasuk contoh-contoh yang syadz (tidak lazim)”, Ungkap Banna dalam pemaparannya.
Terlepas dari madzhab tersebut, ternyata ada tantangan dan problematika pembelajaran ilmu nahwu tekesan sulit-membosankan dan kurang aplikatif, ditambah lagi generasi masa kini yang sering disebut dengan generasi z, cenderung menyukai hal-hal yang praktis, simpel, dan mudah.
“Salah satu solusi strategis dalam menghadapi problematika pembelajaran bahasa Arab masa kini adalah kontekstualisasi materi. Materi pembelajaran bahasa Arab, khususnya Nahwu, perlu disajikan dengan mengaitkannya langsung pada situasi nyata dan kebutuhan praktis peserta didik”, Ungkap Alin dengan penuh semangat dalam memberikan solusi problem tersebut.
Termasuk solusi pembelajaran ilmu Nahwu, dapat dikembangkan melalui media interaktif, aplikasi mobile, platform e-learning, serta metode pembelajaran berbasis psikologi kognitif untuk meningkatkan efektivitas pemahaman.